ASAM URAT DALAM TINJAUAN MEDIS
Dr. Wadda ‘ A. Umar
Ya. Siapa yang tidak kenal dengan istilah asam urat. Hampir semua masyarakat yang merasakan keluhan nyeri di persendian mengatakannya sebagai sakit asam urat. Bahkan hampir setiap keluhan nyeri sendi dianggap sebagai asam urat, sehingga tidak segan-segan untuk membeli obat asam urat atau herbal untuk asam urat. Namun, benarkah demikian?
Pengertian bahwa setiap nyeri di persendian adalah asam urat, perlu diluruskan. karena tidak semua keluhan di nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Dan tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.
Kenapa bisa timbul asam urat?
Asam urat ini secara medis disebut dengan artritis gout atau artritis pirai. Namun, sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari proses pengolahan suatu zat yang bernama purin. Purin adalah bentuk turunan nukleoprotein, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Normalnya, purin memang terdapat dalam tubuh manusia dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden).
Jadi asam urat merupakan hasil pengolahan (metabolisme) zat-zat di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap proses pengolahan zat zat tubuh yang normal pasti menghasilkan asam urat. Sedangkan kenapa asam urat dalam tubuh menjadi berlebihan adalah karena terlalu banyak makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh telah menyediakan purin sebanyak 85 persen untuk kebutuhan tubuh setiap hari. Sedangkan yang diperlukan dari makanan hanya sekitar 15 persen. Sehingga, seharusnya kita tidak perlu menyantap banyak makanan yang mengandung purin, karena dalam tubuh sudah tersedia banyak purin.
Namun sayangnya, banyak masyarakat yang belum memahami hal ini. Akibatnya banyak orang suka menyantap apa saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan kandungan di dalamnya. Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi.Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya akan sangat banyak sehingga melewati ambang batas normal. Inilah yang disebut dengan sakit asam urat.
Apabila jumlah purin di dalam tubuh sangat banyak melebihi batas normal, maka purin akan menumpuk di persendian. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Penumpukan purin di persendian ini akan menimbulkan rasa yang sangat nyeri. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni, yang disebabkan jumlah purin yang masuk ke dalam tubuh sangat banyak, sehingga ginjal kewalahan mengeluarkannya. Sebagian kecil lainnya disebabkan karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan.
Penumpukan dari asam urat ini akan menimbulkan rasa panas, kemerahan dan pembengkakan pada sendi yang terkena dengan tiba-tiba. Pada awalnya, serangan akut asam urat dapat menimbulkan panas-demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian, dengan atau tanpa pengobatan. Seiring berjalannya waktu serangan asam urat akan timbul lebih sering dan lebih lama.
Nah, Kristal-kristal asam urat yang menumpuk di dalam tubuh ini dapat membentuk thopi (yaitu suatu benjolan keras tidak nyeri disekitar sendi) di luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki, selain itu dapat ditemukan juga pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi).
Tahapan Perjalanan Asam Urat.
Bila seseorang terserang asam urat, maka penyakitnya akan terus berjalan, dimulai dari yang ringan hingga yang berat. Ada empat tahap penyakit asam urat.
Tahap 1: Kelebihan asam urat, tapi tidak ada keluhan (Hiperurikemia Asimtomatik).
Pada tahap awal ini, kadar asam urat di tubuh sudah tinggi, tetapi tidak menimbulkan keluhan apa-apa. Sebagian besar orang dalam tahap ini menemukan dirinya sudah terserang asam urat secara tidak sengaja, yaitu saat mereka melakukan tes darah yang mengukur jumlah asam urat yang terkandung dalam sistem peredaran darah.
Pada tahap ini tidak diperlukan pengobatan secara khusus. Pengobatan yang tepat pada tahap ini adalah berupaya mengurangi kadar asam urat dalam tubuh, dengan cara mengeluarkan asam urat yang ada dalam tubuh, dan mencegah makan makanan yang mengandung asam urat agar tidak masuk ke dalam tubuh.
Tahap 2: Serangan asam urat akut
Jumlah asam urat yang terus bertambah dalam tubuh, lama-lama akan menyebabkan penumpukan kristal natrium urat (asam urat) di persendian. Kristal ini kemudian merangsang pelepasan berbagai zat mediator inflamasi yang menimbulkan serangan nyeri akut. Pasien biasanya terbangun di malam hari karena rasa sakit dan pembengkakan sendi. Pada tahap ini, ditandai dengan timbulnya rasa nyeri dan peradangan. Sehingga sendi yang terkena menjadi panas dan lembek bila disentuh, terlihat kemerahan atau memar, terasa gatal dan mengelupas setelah sakitnya mereda.
Tingkat keparahan rasa sakitnya bervariasi dari yang paling ringan berupa kedutan ringan sampai nyeri hebat sehingga sendi tidak bisa disentuh. Kadang-kadang diikuti keluhan sistemik (keluhan dari tubuh bagian dalam) seperti demam, menggigil, dan malaise. Rasa sakit akan menghilang dalam 3-10 hari, walaupun tanpa pengobatan.
Tahap 3: Interval kritis
Pada Tahap ini, asam urat sudah tidak menimbulkan keluhan nyeri sama sekali. Umumnya tahap ini berlangsung dari enam bulan sampai dua tahun setelah serangan pertama asam urat. Pada pasien yang lainnya, dapat berlangsung 5 – 10 tahun. (Sekitar 66% pasien akan mengalami serangan kedua dalam satu tahun). Jadi saat ini asam urat diam tidak aktif, tetapi penyakitnya masih ada dan penyakit itu terus berkembang jika asam urat tidak dikendalikan. Semakin besar kadar asam urat, semakin pendek interval untuk serangan berikutnya.
Tahap 4: Asam urat tingkat lanjut
Pada tahap akhir ini, sejumlah besar asam urat yang menumpuk di persendian tubuh tadi, telah mengkristal menjadi deposit (suatu benjolan yang sangat keras) yang terdapat di tulang rawan serta tendon dan jaringan lunak tubuh, dan bahkan pada selaput antar tulang. Sehingga,pasien sering mengalami berbagai keluhan, seperti kekakuan pada sendi, keterbatasan gerakan sendi, nyeri sendi terus-menerus, luka dengan nanah putih di daerah yang terkena, nyeri sendi simultan pada berbagai bagian tubuh, dan fungsi ginjal memburuk. Nah, pada tahap ini, seseorang dengan asam urat yang tinggi memiliki kecenderungan untuk mendapatkan penyakit batu ginjal yang lebih sering daripada orang lain.
Tahap ini juga disebut tahap tofus. Tofus (jamaknya: tofi) yaitu terbentuknya massa kristal urat yang disimpan dalam jaringan lunak, yang dapat menghancurkan jaringan lunak dan persendian.Tofus paling sering berkembang di siku, lutut, jari kaki, tendon Achilles, dan, lebih jarang, di daun telinga.
Apa beda asam urat, rematik, dan radang sendi?
Untuk membedakan asam urat (artritis gout), rematik (reumatoid artritis/RA), dan radang sendi ( osteoartritis/OA) kita perlu memulai dengan penyebab masing-masing. Reumatoid artritis (RA) adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan yang sehat, menyebabkan peradangan yang merusak sendi. Gout disebabkan kelebihan asam urat di dalam tubuh yang berlangsung bertahun-tahun sehingga terjadi penumpukan asam urat yang mengkristal di sendi yang terkena. Sedangkan osteoartritis adalah kerusakan dan keausan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan. Penyebab osteoartritis adalah proses penuaan, cedera, kelemahan tulang atau penggunaan sendi berulang/ terlalu berat.
Namun, Ketiga penyakit itu mempunyai ciri yang sama, yaitu sama-sama menimbulkan rasa sakit, kekakuan dan peradangan di persendian, tetapi polanya berbeda. Untuk mengetahui secara pasti, apakah nyeri sendinya ternasuk asam urat, rematik atau radang sendi, maka perlu pemeriksaan dokter dan laboratorium.
Kadar Normal asam urat
Untuk mengetahui kadar asam urat dengan cara pemeriksaan asam urat di laboratorium. Umumnya dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl.
Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.
Kenapa bisa terkena Asam Urat?
Secara umum, penyakit asam urat disebabkan oleh penyebab primer dan penyebab sekunder.
- Penyakit asam urat primer, 99 % penyebabnya belum diketahui. Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor keturunan dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.
- Sedangkan penyakit asam urat sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat karena mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Nah, makanan yang banyak mengandung purin atau asam urat tinggi, digolongkan sebagai berikut:
a) Golongan A: Makanan yang mengandung purin atau asam urat tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
b) Golongan B: Makanan yang mengandung purin atau asam urat sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
c) Golongan C: Makanan yang mengandung purin atau asam urat lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.
Pengobatan asam urat
Tujuan pengobatan asam urat secara umum adalah meredakan radang sendi (dengan obat-obatan dan istirahat sendi yang terkena), dan mengatur jumlah asam urat tubuh (dengan pengaturan diet dan obat-obatan).
Secara khusus, tujuan utama pengobatannya adalah mengobati serangan akut secara baik dan benar, mencegah serangan ulangan artritis gout akut, mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat, mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah, dan mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.
Makin cepat seseorang mendapat pengobatan sejak serangan akut, makin cepat pula penyembuhannya.
Adapun, beberapa hal yang bisa dilakukan pada penderita asam urat adalah:
- Tubuh diusahakan pada posisi yang nyaman, sendi yang nyeri (kaki) diistirahatkan dan diberikan bantalan. Istirahat dapat menurunkan metabolisme setempat dan mengurangi pergerakan sendi yang terjadi.
- Bisa diberikan kompres hangat atau dingin secara bergantian. Ini dapat memberikan efek vasodilatasi. keduanya mempunyai efek membantu pengeluaran endorfin dan dingindapat menghambat impuls-impuls nyeri
- Mencegah agar tidak terjadi iritasi atau perlukaan pada benjolan tofi, misalnya dengan cara menghindari penggunaan sepatu yang sempit, terantuk pada benda yang keras. Bila terjadi perlukaan atau iritasi, maka akan semakin nyeri, apabila terjadi luka akibat tofi yang pecah maka luka harus dirawat secara steril.
- Penderita asam urat umumnya mengalami kesulitan untuk bergerak, maka saat melakukan pemindahan penderita, hendaknya dibantu dengan bantuan misal dengan menggunakan walker atau tongkat. Dan usahakan untuk meningkatkan kembali pada aktivitas yang normal.
- Kurangi makan makanan yang mengandung asam urat seperti disebutkan di atas.
- Bisa diberikan herbal yang berfungsi mengikat atau meluruhkan asam urat dalam tubuh. Bisa juga herbal yang berfungsi sebagai anti peradangan. Namun, bila sakitnya parah, pengobatan secara medis mungkin diperlukan.
- Bisa dilakukan bekam di titik hati, ginjal, dan kahil. Sebaiknya tidak membekam di asam uratnya, karena akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Bisa ditambah bekam di titik meridian yang melewati bagian tubuh yang terserang asam urat.
00000000